Ad Code

Tata Cara Budidaya Porang Yang Benar

Budidaya porang dengan benar - jeramifarm

Siapa yang tak mengenal tanaman porang? Tanaman yang memiliki sejuta manfaat ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat terutama pada masyarakat di Jawa Timur sebagai salah satu sentra tanaman porang. 

Nah kali ini bersama dengan jerami farm kita akan kupas satu persatu mengenai manfaat, kegunaan dan juga tata cara budidaya porang yang benar dan bernilai tinggi di pasaran saat ini. Penasaran seperti apa? Yuk simak ulasan di bawah ini ya

Mengenal Porang Sebagai tanaman bernilai pasar tinggi

Sebelum memulai membahasa mengenai bagaiamana cara budidaya porang yang benar, alangkah lebih baiknya kita memahami terlebih dahulu tanaman porang secara umum. 

Porang adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri atau lebih dikenal juga dengan nama iles-iles. tanaman ini ternyata sudah booming sejak masa penjajahan jepang lho ternyata. 

Pada masa itu tanaman porang menjadi tanaman yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan juga menjadi tanaman yang sudah bernilai ekspor tinggi. 

Tanaman porang memiliki ciri-ciri tanaman sebagai berikut, Memiliki daun lebar berujung runcing dan berwarna hijau muda, Memiliki kulit batang yang halus berwarna kekuningan dan di setiap pertemuan cabang terdapat bubil atau katak. Porang adalah jenis tanaman herbal yang bisa tumbuh hingga 150 cm. 

Ia banyak tumbuh di sekitar hutan tropis dan biasa tumbuh dengan membutuhkan pohon penyangga. Dibutuhkan naungan agar porang tumbuh dengan baik, maka dari itu porang biasa tumbuh di bawah-bawah pohon besar atau hutan yang merupakan habitat aslinya. 

Namun, seiring jaman porang banyak di tanam di lahan terbuka, tetapi tetap saja membutuhkan naungan semisal jaring/waring untuk menghidari panas terik matahari. Porang bisa bertahan hidup pada jenis tanah apa pun di ketinggian 0 sampai 700 mdpl.

Manfaat dan kegunaan tanaman porang

Seperti tanaman umbi pada umumnya, tanaman porang mengandung berbagai macam kandungan seperti karbohidrat, lemak, protein mineral, vitamin, kristal kalsium oksalat, alkaloid, dan serat pangan. 

Selain itu juga tanaman porang banyak digunakan sebagai bahan baku tepung, penjernih air, kosmetik, pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir diekspor ke negeri Jepang. Nah ini yang tidak kalah menarik, yakni kandungan terbesar di dalam porang adalah glukomanan yang merupakan serat alami dan larut dalam air.

Glukomanan biasa digunakan sebagai emulsifier dan pengental pada bahan makanan. Selain itu, porang bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lem ramah lingkungan dan komponen untuk pesawat terbang. 

Wah banyak sekali ya manfaat dan kegunaannya, tak ayal porang menjadi salah satu tanaman yang bernilai pasar tinggi.


Lantas Bagaimana Cara Budidaya Porang Yang Benar?

Untuk menghasilkan tanaman porang yang bernilai pasar tinggi tentunya tidak serta merta langsung tanam ya teman- teman, ada beberapa cara untuk melakukan budidaya porang ini. Yuk simak dibawah ini

Melakukan pengolahan tanah yang tepat

Langkah pertama untuk melakukan budidaya porang adalah dengan melakukan pengolahan tanah. 

Pengolahan tanah yang di maksud adalah menggemburkan tanah, Saat porang ditanam di tanah keras, maka umbi yang ada di dalam tanah akan cenderung tumbuh ke arah atas. Sehingga, hasil panennya akan didapatkan umbi porang yang berbentuk serupa dengan singkong agak memanjang. 

Sebaliknya, jika ditanam di tanah yang gembur. Maka, hasil umbi Porang akan tumbuh ke samping dan bisa membulat besar. 

Jenis tanah yang bagus untuk melakukan budidaya porang adalah jenis tanah yang memiliki kandungan pasir yang tinggi.

Jangan ditanam terlalu dalam

Selanjutnya yakni jangan menanam tanaman porang terlalu dalam. Untuk menghasilkan porang yang besar maka sebaiknya porang di tanam sedalam 10 hingga 15 cm di kedalaman tanah. 

Mengapa demikian? Kalau kita menanamnya terlalu dalam, di mungkinkan hasil umbi porang akan memanjang dan juga terdapat sekat di antaranya meskipun dalam satu umbi seperti singkong.

Jangan terlalu rapat jarak tanamnya

Cara budidaya porang yang ketiga yakni jangan menanam tanaman porang dengan jarak yang berdekatan, karena dengan jarak rapat, maka umbi porang sulit untuk tumbuh besar membulat. 

Selain itu menanam pada jarak rapat membuat terjadinya persaingan akar yang membuat tanaman akan berebut sumber hara dan membuat tanaman tidak maksimal dalam pertumbuhan.

Jangan lupa beri pupuk

Untuk menunjang pertumbuhan tanaman maka jangan lupa untuk memberikan pupuk pada tanaman porang ya. 

Pupuk yang bagus untuk tanaman porang adalah pupuk kandang atau kompos karena lebih organik dan tidak mengandung bahan kimia. 

Namun bila ingin menggunakan pupuk kimia seperti NPK juga tidak masalah, Jika tetap ingin memberikan campuran pupuk kimia NPK, maka cukup 1 kali saja selama masa tanam. 

Sebagai informasi, masa tanam porang umumnya dilakukan saat awal mulai masuk musim hujan.

Melakukan pembersihan gulma di sekitar tanaman porang

Last but not least adalah melakukan pembersihan gulma ( rumput,alang alang) yang berada di sekitar tanaman porang. 

Pembersihan ini bertujuan untuk menghilangkan tanaman gulma yang merambat di tanaman porang anda. 

Bila di perlukan, anda juga bisa melakukan semprot gulma di sekitar tanaman porang agar gulma tidak tumbuh dalam waktu yang cukup lama. Namun perlu hati-hati saat melakukan semprot, salah salah bisa daun tanaman porangnya yang terkena semprot. 

Nah itulah beberapa cara untuk melakukan budidaya tanaman porang yang benar, jadi bagaimana? Sudah siap menjadi petani porang kah anda hari ini?

Posting Komentar

0 Komentar