Ad Code

Langkah dan Cara Budidaya Cabe Rawit

 


Saat ini kegiatan berkebun sudah ramai mulai dilakukan oleh masyarakat, mulai masyarakat di desa hingga di kota. Salah satu kegiatan berkebun yang menghasilkan untung yang besar adalah dengan melakukan budidaya cabai rawit. 

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas yang masih ramai peminatnya di pasaran hingga saat ini, besarnya minat konsumen dengan cabai rawit membuat banyak orang melakukan budidaya cabai rawit. 

Nah untuk anda yang ingin memulai usaha budidaya cabai rawit, berikut jerami farm akan memberikan tips untuk anda, simak baik baik ya.


Cara Budidaya Cabai Rawit

Cara budidaya cabai rawit ini bisa dibilang mudah lho, berikut caranya:

Persiapkan lahan 

Cara menanam cabai rawit yang pertama tentunya harus menyiapkan lahan dan menyesuaikan suhu lingkungan terlebih dahulu. Pilih tempat yang cerah dan dikeringkan dengan baik. 

Tanah harus subur, humus dan kaya akan sumber hara. Sebelum menanam bibit cabai rawit, anda harus mengeraskan tanah secara bertahap. Setelah itu paparkan bibit cabai rawit ke luar ruangan agar cabai rawit berbuah lebat. Pemaparan cuaca secara bertahap ini membantu bibit menyesuaikan, sehingga tidak akan stres ketika anda menanamnya. 

Untuk anda yang ingin menanam di polybag juga bisa, anda tinggal mencampurkan tanah, pupuk kandang atau kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 3:2:1. Untuk mencegah serangan penyakit, media semai terlebih dahulu disterilisasi. Sterilisasi dilakukan dengan mengukus media atau dengan menjemur di panas matahari. Kemudian didinginkan, dimasukan ke dalam wadah penyemaian, dan disiram. Wadah semai yang bias digunakan antara lain polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau memanfaatkan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang.


Melakukan Pemilihan Bibit dan Penyemaian

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah memilih bibit cabai. Pertama-tama tentu saja anda harus memiliki bibit cabai yang berkualitas. 

Bagaimana cara memilih bibit yang berkualitas? Mudah saja, Cukup dengan memilih bibit cabai. Pilihlah bibit cabai yang masih segar lalu kupas cabai dan ambil bijinya. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Cara lain untuk mendapatkan bibit cabai adalah dengan membeli bibit cabai di toko. Namun jika anda hendak menanam cabai dalam skala kecil, lebih baik membuat bibitnya sendiri. Bibit cabai yang dijual di toko biasanya dalam sekala besar dan tentu saja mahal. 

Nah tips untuk anda yang akan mulai menanam di polybag, bisa nih dengan terlebih dahulu merendam benih dalam air hangat kuku (suhu 45-50 derajat celcius) selama 1 jam guna mempercepat tumbuhnya benih. Selain dengan air hangat, benih juga dapat direndam dalam larutan fungisida Previcur N dengan dosis 1-2 cc per liter air selama 1 jam. Fungsinya selain untuk mempercepat tumbuhnya benih juga untuk mencegah serangan jamur. Selama perendaman, benih yang cacat dan yang mengapung dibuang. Setelah itu benih ditiriskan dan dikering anginkan di atas kertas koran agar tidak lengket di tangan saat akan menaburkan ke media tanam


Melakukan penaburan benih dan penyemaian

Setelah pemilihan benih untuk di tanam, langkah selanjutnya yakni dengan melakukan penaburan benih. Penaburan ini dilakukan pada bedeng tabur yang sudah di siapkan di awal tadi atau dengan polybag. Cara menaburkan benih nya adalah dengan membuat larika sedalan kurang lebih 1-3 cm dan tabur bibit di dalamnya. Jangan lupa untuk menutup kembali dan tunggu hingga berkecambah. Ketika sudah berkecambah maka selanjutnya yakni dengan melakukan pemindahan benih yang sudah berkecambah ke dalam polybag yang sudah di siapkan. Namun bila anda sudah melakukan penaburan benih di awal di dalam polybag maka anda hanya perlu meletakan polybag di area yang terkena paparan sinar matahari kurang lebih 40-60%.


Jangan lupa beri pupuk

Cara menanam cabai rawit selanjutnya adalah dengan pemupukan. Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabai menjadi lebih organik. Setelah di pupuk yang pertama kali, kamu harus menambahkan pupuk susulan kisaran umur tanaman cabai rawit 1 bulan. 

Selanjutnya setiap panen secara terus menerus di berikan pupuk susulan. Pemupukan bisa menggunakan pupuk organik atau kompos atau dengan pupuk cair. Tambahkan pupuk cair yang sudah di larutkan dengan perbandingan 100ml / tanaman. Jika menggunakan pupuk kompos berikan 500-700 gram/tanaman. Atau menggunakan pupuk NPK dan urea. Tak hanya pupuk saja, jangan lupa siram tanaman setiap hari agar kebutuhan air untuk tanaman terjaga.

Nah itulah ulasan mengenai bagaimana cara budidaya cabai rawit untuk anda, kunjungi website kami jeramifarm.com untuk mendapatkan informasi lebih banyak mengenai dunia pertanian, have a nice day dan sampai jumpa. 

Posting Komentar

0 Komentar