Ad Code

Madu, Si Manis yang Menyayangi Hati Anda


 Pola hidup dan pola konsumsi yang tidak teratur saat ini memicu berbagai masalah kesehatan. Begitu pula, zat- zat yang ditambahkan kedalam makanan juga semakin banyak. Akibatnya muncul berbagai macam penyakit terutama penyakit gangguan fungsi hati.

 Pusat data dan informasi kementrian kesehatan menginformasikan terdapat, 1,2% penduduk indonesia yang mengidap penyakit berkaitan dengan hati pada tahun 2013, meningkat 2 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2007. 

Baca juga : Ikan kutuk/gabus, untuk diabetes

 Melindungi hati 

 Tahap awal dari penyakit hati adalah fibrosis, yaitu timbulnya lapisan keras sebagai reaksi cedera hati. Penyebabnya adalah hati yang dipaksa bekerja keras untuk menyaring zat- zat racun. Tanpa penanganan, fibrosis akan berkembang menjadi sirosis dan menyebabkan kanker hati. 

Madu yang terbentuk dari nektar tumbuhan menjadi makanan bergizi dan obat yang digunakan sejak jaman prasejarah, di Mesir, Tiongkok, Yunani dan lain sebagainya. Itu karenanya madu menjadi salah satu diantara produk alami paling lama yang digunakan manusia hingga saat ini. 

 Mengutip dari majalah Trubus, Prof Dr Nurul Akbar SpSD- KGEH dari Fakultas Kedokteran – Universitas Indonesia mengatakan bahwa senyawa Flavonoid dalam madu berperan menangkap radikal bebas akibat alkohol. Alkoholik kronis mengalami penimbunan lemak dalam sel- sel hati. 

Ketika alkohol diuraikan oleh hati, terbentuk radikal- radikal bebas yang merusak mitokondria sel hati. Akibatnya sel hati tidak mampu menggunakan oksigen untuk menghasilkn energi. 

 Kondisi rendah oksigen yang disebut hipoksiaitu memperburuk kerusakan mitokndria dan mempercepat timbunan lemak penyebab sirosis. “ Flavonoid dengan antioksidan sebagai penangkap radikal bebas, mencegah penimbunan lemak sehingga metabolisme dan sekresi racun hati lancar ” ujar anggota perhimpunan Penenliti Hati Indonesia itu. 

 Mengobati Diabetes 

 Sekitar tiga dari empat pengidap diabet tipe 2 atau pradiabetis memiliki banyak lemak di hati, setengahnya menglami peradangan. Banyak yang tidak menyadari, adanya masalah liver yang akan dihadapi oleh pengidap diabetes. 

 Penelitian pada 2013 membandingkan efek antidiabetik madu, glibenklamid, metformin, dan kombinasinya terhadap tikus yang diinduksi strepzotosin. Glibenklamid dan metformin adalah obat antidiabetes, sedangkan streptozotosin zat yang merusak pankreas sehingga tikus menderita diabetes. Kedua obat terapi diabetes itu biasanya dikonsumsi secara bersamaan. 

 Ternyata mengkonsumsi glibenklamid atau metformin saja tidak memiliki efek antidibetik signifikan. Sebaliknya, mengkombinasikan dengan madu meningkatkan potensi glibenklamid dan metformin untuk menghambat progesivitas stres oksidatif akibat streptozotosis. Itu membuktikan efektifitas madu sebagai antioksidan yang dikombinasikan dengan obat hipoglikemik oral. 

Efek antidiabetik flavonoid madu yang kaya antioksidan adalah kemampuan untuk menghambat absorpsi glokusa atau memperbaiki toleransi insulin. 

 Madu mempunyai banyak kandungan vitamin, asam, mineral dan enzim. Kandungan itu mendukung fungsi pengobatan secara tradisional. Asam organik dalam madu antara lain asam glikolat, asam format atau asam formiat, asam sitrat, asam laktat, asam asetat, asam aksolat, asam malat, dan asam tartarat, asam- asam tersebut bermafaat bagi metabolisme tubuh. 

Asam laktat yang terkndung di madu mempunyai zat laktoasilin yang menghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor. Asam amino bebas dalam madu membantu menyembuhan penyakit dan menjadi bahan pembentukan protein yang mengoptimalkan fungsi otak. Namun jumlah kandungan dan jenis zat aktif madu tergantng jenis bunga.

Baca juga : Albumin ikan gabus untuk diabetes

 Sebenarnya ada begitu banyak manfaat yang anda dapatkan dari mengkonsumsi madu, selain untuk kesehatan hati anda. Manfaat madu untuk kesehatan didapat dari beragam kandungan nutrisinya di dalamnya. 

Di samping kandungan zat gula yang membuatnya terasa manis, madu juga mengandung vitamin A (retinol), vitamin B kompleks, vitamin C, serta beberapa senyawa aktif, seperti flavonoid dan asam fenolik.

Posting Komentar

0 Komentar