Ad Code

Budidaya Maggot Untuk Pakan Ternak

 

budidaya maggot untuk pakan ternak

 Budidaya Maggot Untuk Pakan Ternak - Apakah anda pernah mendengar istilah maggot? Mungkin untuk sebagian orang, maggot terdengar asing karena lebih banyak orang yang mengenal dengan sebutan belatung. 

Maggot memang memiliki sebutan lain yaitu belatung. Ia merupakan larva dari lalat berjenis Black Soldier Fly (BSF) atau dalam bahasa latinnya ialah Hermetia illucens. Gambaran fisik maggot ialah memiliki warna hitam yang sedikit mirip dengan tawon. Nah, ternyata maggot meski bentuknya terlihat menjijikkan namun ia memiliki potensi yang sangat besar untuk dibudidayakan. 

Mengapa demikian? Ya, hal ini karena maggot sangat baik untuk pakan ternak.

Ingin tahu bagaimana budidaya maggot untuk pakan ternak? Yuk, simak ulasannya berikut ini!


Potensi Budidaya Maggot

Melakukan budidaya maggot sebenarnya bukan perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan secara alamiah maggot bisa berkembang dengan mudah di alam tanpa budidaya. Ia bisa bertahan hidup dengan baik di iklim Indonesia yang tropis. Untuk mengembangbiakkannya, maka diperlukan media beraroma fantasi dan bersih. 

Adapun fungsinya tentu untuk meminimalisir adanya penyakit pada lalat BSF. Jenis lalat BSF ini merupakan hewan yang memiliki antibiotic alami sehingga ia tidak membawa penyakit apapun. Tentu hal tersebut sangat berbeda dengan lalat hijau yang selalu membawa kotoran serta bakteri. 

Mengembangkan lalat BSF, maka hanya membutuhkan wadah yang mengandung fermentasi untuk memancing kedatangannya. 

Sangat mudah bukan? Ia juga bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup besar loh karena banyak yang membutuhkannya sebagai pakan ternak.

Baca Juga : Macam hijauan pakan ternak dan manfaatnya

Cara Budidaya Maggot

Bagi anda yang tertarik untuk melakukan budidaya maggot maka anda bisa melakukan berbagai langkah berikut ini:

  • Bahan

  1. EM4 atau yakult sebanyak 1 botol
  2. Dedak atau bekatul berjumlah 5kg
  3. 5 sendok makan gula pasir
  4. 1 liter air
  5. Penyedap rasa

  • Alat

  1. 2 ember dengan ukuran yang berbeda (satu ukuran kecil dan satu ukuran besar). Untuk ember, jika tidak ada maka anda bisa menggantinya dengan baki.
  2. Tali yang bisa digunakan untuk mengikat.
  3. Kantong plastic dengan warna bening.
  4. Sisa makanan atau dedaunan. 


Langkah Yang Perlu Dilakukan

  1. Untuk tahap pertama, anda perlu menyiapkan ember kecil kemudian isilah dengan 1 liter air. Kemudian tambahkan pula gula pasir serta EM4/Yakult. Jangan lupa untuk di aduk merata.
  2. Pada ember besar, anda bisa memasukkan dedak atau bekatul serta penyedap rasa. Tujuan penggunaan penyedap rasa ini adalah membuat si bekatu memiliki aroma yang menyengat sehingga bisa memancing kedatangan lalat BSF. Kemudian aduklah dengan rata.
  3. Setelah itu, larutan yang adda di ember kecil bisa perlahan anda masukkan ke ember besar sedikit demi sedikit. Jangan lupa ketika menuangkan perlu di aduk hingga merata. Pastikan bahwa campurannya tidak berada di kondisi yang terlalu basah ataupun terlalu kering. 
  4. Jika sudah tercampur, maka masukkanlah bahan tersebut ke dalam sebuah plastic bening dengan isi separuh plastic saja. Kemudian ikatah ujung plastic tersebut. Mengapa pengisian tidak dilakukan secara penuh? Hal ini karena dedak akan melakukan fermentasi dimana akan mengeluarkan gas. Pengeluaran gas ini tentu membutuhkan ruang udara yang cukup besar. Untuk pengikatan plastic, anda bisa menggunakan tali raffia dan menyimpannya di lokasi yang sejuk. Tunggulah sekitar 4 hingga 5 hari kemudian. 
  5. Apabila sudah 4 hingga 5 hari, kantong tersebut bisa anda buka. Nah, fermentasi dianggap berhasil jia aroma dari fermentasi tersebut seperti tape. 
  6. Kemudian hasil fermentasi bisa anda simpan di tempat yang aman dari berbagai hewan yang bisa mengganggu. Anda juga bisa menutupnya dengan daun atau menaburkan sisa makanan di atas hasil fermentasi tersebu. Untuk penyimpanan, suhu maksimalnya ialah antara 30 hingga 38 derajat celcius. Akan lebih bagus bila anda menyimpannya di lokasi yang cukup mataharinya supaya kandangnya tetap terasa hangat dan bisa membantu proses dari penetasan telur dan sirkulasi udaranya juga harus berada pada kondisi yang baik. 
  7. Hasil fermentasi memiliki bau yang menyengat dan bisa memancing lalat untuk bisa hinggap dan bertelur disitu.
  8. Selama 1 hingga 3 hari, lalat akan bertelur di media fermentasi ini kemudian telur akan menetas serta bergerak sendiri. Dalam waktu 2 hingga 3 minggu maka maggot sudah tumbuh besar dan siap dipanen. 

Posting Komentar

0 Komentar