Ad Code

Sempat menjadi incaran dan harga yang melambung tinggi, inilah 11 manfaat jahe

 


Awal mula masa pandemi virus, jahe banyak di cari oleh konsumen yang di yakini sebagai penolak virus dengan menjaga imun tubuh, sehingga menjadikan permintaan tanaman rimpang termasuk jahe melambung tinggi yang di ikuti harga yang tinggi pula.

Apa itu jahe?

Jahe adalah tanaman rimpang dengan nama ilmiah zingiber officinale banyak di guanakan sebagai rempah dan pengobatan tradisional. Tanaman yang berasal dari asia tenggara ini terkenal dengan aromanya yang khas. Rimpangnya yang berbentuk seperti jari-jari dan beruas serta mempuanyai rasa yang dominan pedas yang disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe berkembang biak dengan cara vegetatif yaitu menggunakan akarnya yang merupakan akibat dari seleksi buatan yang di lakukan manusia. Batang jahe tumbuh tinggi sekitar 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dan daging berwarna kuning hingga kemerahan. Daun sirip dengan panjang 15 hingga 23 mm.

Ada berapa jenis jahe?

1.    Jahe merah, warna kulit buah merah tua berukuran kecil dan mempunyai serat yag tinggi dibanding jahe jenis lainnya. Jenis jahe ini mempunyai kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa yang paling pedas diantara yang lain.

2.    Jahe gajah, mempunyai warna kulit coklat muda berukuran besar dan rasa tidak terlalu pedas, dagingnya berwarna putih kekuningan. Jahe jenis ini banyak di temukan di pasar tradisional.

3.    Jahe emprit, kulit buah berwarna coklat muda berukuran kecil namun mempunyai aroma yang kuat dan rasa yang cukup pedas, daging buah berwarna kuning muda.


Apa saja manfaat jahe untuk kesehatan?

Berikut adalah 11 manfaat jahe untuk kesehatan;

1.        Menghambat penuaan.

Jahe bersifat anti inflamasi dan anti oksidatif yang bisa mengendalikan proses penuaan.

2.       Memperkuat sistem imun.

Jahe banyak mengandung vitamin c dan magnesium, kandungan ini membuatnya bisa membantu tubuh guna memperkuat sistem imun dalam tubuh. Jahe dapat mencegah kerusakan DNA dan stres.

3.       Mencegah kanker.

Selain vitamin c dan magnesium, jahe juga mengandung gingerols yang dapat mencegah pertumbuhan kaker usus besar. Phytonutrient pada jahe juga memberikan rasa yang unik. Selain itu jahe juga mengandung shogoals dan zingerones yang juga sebagai anti oksidan bagi tubuh.

4.       Mengatasi masalah pencernaan.

Jahe juga disebut carminative, yaitu suatu substansi yang dapat membantu mengeluarkan gas yang ada dalam sistem pencernaan. Gangguan pencernaan biasanya disebabkan oleh bakteri, sehingga mengkonsumsi jahe sangat bermanfaat saat terjadi gangguan pencernaan dikarenakan sifatnya yang anti bakteri.

Namun di artikel lain, disebutkan bahwa  tidak di anjurkan mengkonsumsi jahe saat terjadi pendarahan akibat wasir.

5.       Mengurangi rasa mual.

Hal yang turun temurun di anjurkan orang orang tua kita yaitu minum wedang jahe saat perjalanan atau perut mual, ini sesuai dengan khasiat jahe sebagai pereda mual. Jahe dapat meredakan mual akibat morning sickness pada saat awal kehamilan, vertigo maupun efek samping dari pengobatan kangker.

6.       Meredakan rasa sakit otot.

Jahe dapat menguragi rasa sakit pada otot. Jahe juga bermanfaat mengurangi rasa sakit akibat dysmenorrhea, dan nyeri saat haid.

7.       Menangkal infeksi bakteri dan virus.

Seperti halnya yang sudah disebutkan tadi, bahwa sakit perut dapat terjadi karena bakteri. Jahe juga menangkal bakteri dan mencegah virus tertentu.

8.       Membantu proses detoksifikasi dan mencegah penyakit kulit.

Jahe dapat memicu keluarnya keringat, yang keringat tersebut bermanfaat terutama bagi anda yang terkena flu atau demam. Keringat juga dapat melindungi diri kita dari  mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi kulit.

9.       Menurunkan gula darah hingga kolesterol.

Rutin mengkonsumsi jahe dapat menurunkan kadar glokusa dalam darah secara signifikan, selain itu juga dapat menurunkan kolesterol LDL atau lemak jahat, serta meningkatkan lemak baik.

1.   Meredakan nyeri haid.

Sejumlah penelitian membuktikan, mengkonsumsi jahe dapat meredakan nyeri haid. Bahkan, tak beda jauh khasiatnya dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.

1.   Anti peradangan.

Mengkonsumsi jahe tidak cuma meredakan rasa sakit namun juga mengurangi terjadinya pembengkakan pada bagian yang sakit. Gingerol yang bersifat anti inflamatori dapat menjelaskan mengapa penderita penyakit persendian seperti osteoarthritis dan reumatik menyatakan berkurangnya rasa sakit mereka setelah mengkonsumsi jahe.

Namun, ada beberapa hal yang harus di perhatikan ketika ingin mengkonsumsi jahe secara rutin. Di karenakan ada orang yang sebaiknya menghindari konsumsi jahe. Misalnya, ibu hamil dan menyusui, diabetes, penyakit jantung, dan yang memiliki gangguan pembekuan darah.

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Terimakasih, informasi yang bermanfaat yang selama ini saya kira cuma untuk menghangatkan badan, ternyata banyak juga manfaat dari tanaman jahe.

    BalasHapus
  2. Sempat rasakan saat harga melambung tinggi

    BalasHapus