Ad Code

Apa itu Asam Amino dan Apa manfaat untuk tanaman?



Asam amino adalah salah satu golongan senyawa organik berfungsi sangat penting dalam organisme, yakni sebagai penyusun protein. Atau protein yang sudah dipecah melalui proses metabolisme menjadi molekul-molekul kecil sebagai bahan dasar untuk proses biosintesis. 

Ada sekitar 500 asam amino yang telah diketahui, meskipun hanya 20 yang dihasilkan oleh kode genetik. Dua puluh asam amino standar ini, ditambah dengan dua asam amino lainnya, merupakan asam amino yang menjadi komponen penyusun protein sehingga disebut asam amino proteinogenik. Asam amino-asam amino ini bergabung melalui ikatan peptida membentuk molekul besar yang disebut peptida, polipeptida, hingga protein. 

Selain berperan sebagai residu dalam protein, asam amino (baik proteinogenik maupun nonproteinogenik) juga berpartisipasi dalam sejumlah proses biologis. Karena signifikansi biologisnya, asam amino penting dalam nutrisi dan biasanya digunakan dalam suplemen nutrisi, pupuk, pakan, dan teknologi makanan.

Selain manusia dan hewan, tanaman juga membutuhkan asam amino untuk meningkatkan hasil dan kualitas secara keseluruhan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya asam amino secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi aktivitas fisiologi tanaman. Kebutuhan asam amino dalam jumlah esensial pada tanaman dapat meningkatkan hasil dan kualitas secara keseluruhan.

Secara umum tanaman mampu mensintesis asam aminonya sendiri melalui bahan dasar karbon, oksigen, hidrogen dan nitrogen melalui proses biokimia yang kompleks namun membutuhkan energi yang besar.

 Tanaman mensintesis asam amino dari unsur-unsur primer seperti karbon dan oksigen yang diserap melalui udara, air dan tanah. Unsur primer itu membentuk karbohidrat melalui proses fotosintesis dan menggabungkannya dengan unsur nitrogen sehingga terbentuk asam amino.

Selain dibuat oleh tanaman sendiri, asam amino juga dapat diperloeh dari luar dengan cara memberi pupuk asam amino. Produk yang mengandung nutrisi dalam bentuk protein hidrolisat (cairan asam amino) dapat disemprotkan ke daun untuk meningkatkan sintesis protein. 

Asam amino bisa diaplikasikan dengan cara disemprot ke semua bagian tumbuhan atau dikocor ke tanah. Dengan asupan asam amino dari luar, tanaman dapat menghemat penggunaan energi sehingga bisa digunakan untuk proses metabolisme lainnya.

 Disamping  untuk kebutuhan metabolisme tanaman, manfaat lainnya adalah asam amino melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. 

Tanaman dengan kandungan asam amino yang mencukupi akan membentuk ekstrak pektin di antara dinding sel sehingga lebih keras dan tahan serangan hama. Sebaliknya Asam amino juga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tanah dan mendukung proses asimilasi nutrisi bagi akar tanaman.

Disisi lain pemberian kalsium kelat asam amino ke tanah dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan nilai brix (tingkat kemanisan) buah dan efisiensi air pada sistem vaskular tanaman.

Kalsium kelat asam amino juga berperan bisa memacu tanaman untuk menghasilkan metabolit sekunder yang dapat mengurangi dan mencegah kerusakan bagian tanaman dari serangan hama dan penyakit.

 Pemberian kalsium kelat asam amino pada tanaman dapat membantu memperkuat sistem kekebalan alami tanaman dan mengurangi penggunaan pestisida maupun fungisida.

Reaksi pembentukan zwitter ion pada molekul asam amino.

Pada saat konsentrasi ion zwiternya mencapai maksimum dan konsentrasi asam dan basa konjugasinya sama, makan larutan asam amino dapat menghantarkan listrik. Dalam keadaan ini larutannya tidak akan mengalami elektrolisis, artinya bahwa tidak ada perubahan ion dalam larutan, sehingga pHnya akan relatif sama.

Pada saat tercapai keadaan dimana pH tidak berubah maka larutan ini dikatakan mencapai titik isoelektrik diatas. pH isoelektrik asam amino akan bermuatan negatif yang berakibat akan ditarik kearah elektroda positif saat dielektrolisis dan sebaliknya jika pH dibawah ph Isoelektrik maka asam amino akan bermuatan positif dan diatrik kearah elektroda negative.

Asam amino adalah zat yang sangat mudah mengkristal, pada umumnya larut dalam air. sedikit atau bahkan tidak larut dalam alkohol dan tidak larut pada air. Artinya adalah asam amino itu lebih mudah larut dalam pelarut polar dan tidak larut dalam pelarut nonpolar. 

Fungsi umum asam amino adalah Penyusun protein (termasuk enzim), Sebagai  Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin, hormon dan asam nukleat), serta pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor).

Asam amino memainkan peranan penting dalam pertumbuhan tanaman. Diantara fungsinya adalah Sebagai sumber tambahan nutrisi nitrogen

Agen chelating untuk ion logam Asam amino memiliki fungsi ion logam chelating, dan mudah untuk membawa unsur-unsur medium dan jejak (kalsium, magnesium, besi, mangan, seng, tembaga, molibdenum, boron, selenium, dll.) Yang dibutuhkan oleh tanaman ke dalam tanaman. Juga, asam Amino meningkatkan pemanfaatan berbagai nutrisi tanaman

Asam amino adalah promotor dan katalis untuk sintesis berbagai enzim pada tanaman, dan memainkan peran penting dalam metabolisme tanaman. 

Namun, asam amino mudah berasimilasi dan terurai oleh bakteri di dalam tanah, sehingga tidak cocok untuk digunakan sebagai pupuk dasar dalam tanah Sebaliknya, itu dibuat menjadi pupuk daun dan disemprotkan pada daun untuk memungkinkan tanaman menyerap asam amino dan elemen lainnya langsung melalui daun


Manfaat Asam Amino Terhadap Tanaman Secara Spesifik

Menghindari Stres Lingkungan

Kondisi stres lingkungan seperti suhu tinggi, kelembaban rendah, kekeringan, serangan hama, banjir, atau fitotoksik akibat pestisida memiliki efek negatif terhadap metabolisme tanaman menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi tanaman.

Aplikasi asam amino dari luar baik sebelum, selama, atau setelah terjadinya stres lingkungan akan memberikan asupan asam amino yang secara langsung berhubungan dengan pengelolaan fisiologis pada tanaman akan berdampak baik pada tanaman karena tidak membutuhkan energi yang besar untuk membuat asam amino sendiri.

Meningkatkan Kandungan Klorofil dan Laju Fotosintesis

Tanaman melakukan fotosintesis untuk memproduksi karbohidrat. Tingkat fotosintesis yang rendah akan berakibat pada berkurangnya sintesis karbohidrat (fotosintat). Kandungan klorofil sangat berperan dalam proses fotosintesis terhadap penyerapan energi cahaya matahari. Semakin tinggi klorofil, laju fotosintesis juga lebih tinggi. Aplikasi asam amino akan meningkatkan kandungan klorofil pada daun sehingga laju fotosintesis menjadi lebih tinggi.

Agen Kelasi Unsur Hara Mikro

Asam amino memiliki efek kelasi nutrisi mikro. Kelasi adalah ikatan kimia antara agen pengkelat ion logam. Bila diapalikasikan bersama dengan nutrisi mikro, penyerapan dan transportasi unsur hara mikro akan lebih mudah. Asam glisin dan glutamat dalam asam amino adalah zat pengkelat yang sangat efektif.

Sebagai hormon pengatur pertumbuhan tanaman

Asam amino adalah senyawa yang membentuk beberapa hormon/ zat pengatur tumbuh. Hormon tanaman seperti auksin, sitokinin, giberelin, dan hormon terkait dengan terbentuknya bunga dihasilkan dari sintesis asam amino. Sintesis tersebut dibantu oleh prekursor. Metionin adalah prekursor etilen, triptofan adalah prekursor auksin sedangkan arginine menginduksi pembentukan hormon pembungaan.

Mengatur Pembukaan Stomata

Stomata berperan dalam regulasi keseimbangan kelembaban didalam tanaman melalui proses transpirasi serta membantu pengangkutan/transportasi nutrisi di dalam tanaman.

Saat stomata ditutup, maka laju fotosintesis dan transpirasi semakin berkurang, sehingga penyerapan unsur makro dan mikro akan menurun. Hal ini menyebabkan terganggunya proses metabolisme tanaman yang berakibat pada penurunan produksi tanaman. Aplikasi asam amino akan membuat stomata terbuka lebih lamasehingga akan terjadi peningkatan metabolisme tanaman

Meningkatkan Aktivitas Mikroba Tanah

Asam amino adalah nutrisi bagi mikroba tanah. Aplikasi asam amino ke dalam tanah akan meningkatkan aktivitas dan populasi mikroba menguntungkan. Keseimbangan dan aktivitas mikroba yang tinggi di dalam tanah akan memperbaiki mineralisasi bahan organik di dalam tanah, sehingga meningkatkan kesuburan tanah. 

Jika siklus hara berjalan dengan baik dan ketersediaan nutrisi ke tanaman menjadi lebih banyak, maka keberadaan mikroba tanah merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas tanah.

Aplikasi Asam amino bisa digunakan untuk tujuan memperbesar buah, umbi, batang tanaman bahkan getah tanaman yang bisa disesuaikan dengan jenis metode yang dituju untuk hasil yang optimal.