Ad Code

Apakah masalah yang dihadapi oleh petani organik?


Pertanian organik adalah praktik bercocok tanam, ternak, dan produk lainnya tanpa menggunakan bahan kimia tambahan. 



Banyak yang percaya pertanian organik adalah cara ideal untuk menanam makanan. 

Namun beberapa orang bertanya-tanya apakah pertanian organik adalah pendekatan yang tepat untuk ekosistem yang beragam? Dalam esai ini, kita akan membahas beberapa keuntungan dan kerugian dari pertanian organik.

Tidak banyak masalah dalam penanaman produk organik

Petani yang mempraktikkan metode organik sering melaporkan lebih sedikit masalah dengan tanaman mereka. Mereka mengatakan produk mereka terasa lebih enak dan mengandung lebih banyak nilai gizi. 

Selain itu, metode ini mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dalam pengolahan dan pemasaran barang-barang mereka. 

Di sisi lain, petani yang hanya menggunakan metode alami yang juga dikenal sebagai eko-integrasi, tidak melaporkan masalah seperti itu. 

Dan tentu saja, mereka yang menjalankan budidaya organik tidak punya banyak masalah dengan ketergantungan produk pabrikan yang lumayan menguras dompet seperti pupuk, pestisida, benih-benih GMO, atau yang lain sebagainya.

Mereka mengatakan produknya sama enaknya dengan produk barang konvensional yang menghindari manfaat kesehatan dari hidup bebas bahan kimia.

Pertanian organik mendapat perhatian pada tahun 60-an ketika para ilmuwan Jerman melakukan penelitian di Universitas Gundersheim. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk organik mengandung kadar vitamin, mineral, beta-karoten, dan serat yang lebih tinggi.


Keunggulan produk makanan organik

Menurut USDA, makanan organik memiliki banyak keunggulan dibandingkan makanan konvensional.

Barang organik cenderung lebih murah daripada barang yang diproduksi secara konvensional karena tidak diproduksi dengan bahan kimia sintetis atau radiasi. Ini menurunkan harga pangan tanpa menurunkan kualitas.

Produk organik lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau pupuk berbahaya. Akibatnya, lebih sedikit lahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk organik yang cukup untuk massa.

Pertanian organik cenderung lebih bertanggung jawab secara sosial karena mereka tidak menggunakan rekayasa genetika untuk menciptakan keturunan ternak mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk memelihara hewan tanpa mengurung mereka di pabrik peternakan di mana kesejahteraan hewan terganggu.

Pertanian organik memiliki banyak potensi sebagai metode ramah lingkungan untuk memproduksi makanan. Namun, eko-integrasi bekerja dengan baik bagi mereka yang tidak membutuhkan manfaat kesehatan tambahan dari produk mereka.

Produk organik mengandung kadar vitamin, mineral, beta-karoten, dan serat serta kandungan gizi yang lain yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, terserah pada konsumen untuk memutuskan jenis pertanian mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Posting Komentar

0 Komentar